Rabu, 24 April 2013

sang HAWA sudah tak TABU lagi bergelut dalam POLITIK

Di zaman seperti sekarang ini sudah tidak aneh lagi wanita berkarir seperti pria. Bahkan pekerjaan yang tidak sepantasnya dilakukan kaum hawa pun kini sudah semakin sering kita saksikan dan membuat kita ternganga. 
Contohnya saja supir truk,supir angkot,bahkan kuli bangunan pun juga ada yang dilakoni kaum hawa.

Dunia kejam Politik pun juga semakin banyak kaum hawa yang berkecimpung di dalamnya.
Faktanya didalam salah satu seminar yang diadakan UNS di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada bulan April mengenai sosialisasi pemilu yang juga dihadiri penulis ini pun membuat terkejut Ketua KPU Surakarta,Didik Wahyudiono, sebagai salah satu pembicara dalam seminar tersebut.
Beliau mengatakan bahwa ia terkejut karna peserta seminar politik sekarang ini khususnya UNS mayoritas-nya adalah wanita.

Jika mengutip perkataaan beliau ,"sekarang ini,wanita sudah tidak tabu lagi ada dalam kancah politik" apakah anda-anda kaum hawa yang selama ini tertarik dengan bidang politik akan diam saja membiarkan politik negri ini semakin kacau??

Tentu jawabannya ada pada anda masing-masing.

Kamis, 11 April 2013

EARTH HOUR

Did you know about EARTH HOUR??

Go check this out...

Earth Hour adalah sebuah kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada tiap Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya. Kegiatan ini berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim. Kegiatan yang dicetuskan WWF dan Leo Burnett ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007. Saat itu, 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu yang tidak diperlukan. Setelah Sydney, beberapa kota di seluruh dunia ikut berpartisipasi pada Earth Hour 2008. Indonesia sendiri baru ikut berpartisipasi pada Earth Hour 2010 itupun hanya beberapa kota saja,tapi sekarang kurang lebih sudah 33kota ikut berpartisipasi dalam gerakan Earth Hour 2013 yang kemarin dilaksanakan pada 23 Maret 2013 pukul 20.30 sampai 21.30.

Nah,di kota penulis sendiri (Solo) pusat lokasi peringatan Earth Hour ada di depan gedung balaikota. Penulis baru ikut bergabung dengan Earth Hour pada tahun 2013 ini. Kenapa sih??
Tentu aja penulis juga ikut merasakan perubahan iklim yang cukup signifikan, penulis juga ingin memulai perubahan dari diri sendiri dengan melakukan hal-hal kecil bersama gerakan Earth Hour.

Ini beberapa momment penulis bersama sukarelawan Earth Hour Solo 

disela sosialisasi EHSolo dengan Pak FX.Rudy


Add caption


Yukk,ikut partisipasi!

INI AKSIKU!MANA AKSIMU??

yel-yel team HONDA DBL 2010

OMG!!

I found it on my highshool friend's blog! go browse >> faithlick.blogspot.com 


find me on google ^.^

"PROUD TO BE IN PR"


Sampai saat ini, nihil Perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki fakultas ilmu komunikasi, atau jurusan ilmu komunikasi, umumnya memiliki jurusan/program studi/bidang kajian/konsentrasi/peminatan Public Relations atau hubungan masyarakat (HUMAS). Begitu juga dengan Universitas tempat saya belajar dimana ilmu komunikasi hanya merupakan konsentrasi bukan fakultas.

Meskipun begitu, kita semua tahu Jurusan PR sekarang ini tetap eksis karena tuntutan spesialisasi dari Ilmu Komunikasi, yang juga dikenal sebagai ilmu maupun profesi. Tentu saja itu bersamaan dengan kesadaran masyarakat pengguna yang semakin merasakan pentingnya peranan profesi ini, baik lulusan diploma tiga maupun strata satu.

Perlu kita tahu juga, perkembangan pendidikan tinggi PR di Negara maju seperti Eropa, dan Amerika, sudah terlebih dahulu memprogramkan ini, bahkan mereka juga membuka sampai tingkat S2 (master/megister) dan S3 (Doktor).

Kompetensi (keahlian) sarjana lulusan jurusan Ilmu Humas, antara lain kemampuan berkomunikasi, mengorganisasikan, berhubungan dengan orang lain, memiliki kepribadian yang utuh, banyak ide dan kreatif. Contohnya pada kompetensi pada posisi manajerial Humas, (Asking, Telling, Listening, Understanding), yakni mampu menggali, hingga menyampaikan informasi, memerima masukan informasi, dan mampu membangun pengertian. Itu diperlukan juga keahlian ekstra, dalam hal ini harus bisa update dengan perkembangan informasi, termasuk perkembangan teknologi komunikasi, komputer, internet, mampu merancang dan mengelola media penerbitan Humas dalam bentuk cetak, elektronik dan media online (internet dan intranet), analisisi khalayak termasuk program-program kegiatan humas.

Mengenai lapangan kerja profesi Humas (Public Relations), hampir setiap perusahaan swasta, BUMN, organisasi non profit (nirlaba) terdapat departemen/bagian/divisi Humas di dalamnya. Di era kompetisi ini para masyarakat pengguna ini sangat memerlukan kehadiran profesi PR sebagai jembatan komunikasi antara perusahaan/organisasi dengan public, sehingga timbul saling pengertian antara keduanya.

Masyarakat pengguna (perusahaan) lulusan PR dibidang penyiaran, terdapat satu stasiun televisi pemerintah, dan beberapa televisi swasta. Begitu pun perusahaan di bidang produksi dan biro iklan terdorong oleh perkembangan industri . Bidang penerbitan dan bidang jasa konsultan, tidak lepas dengan peran divisi PR. Bahkan kalangan masyarakat profesi telah mengakui bahwa bidang PR telah menempati posisi penting bagi institusi bisnis, semi bisnis, non bisnis, seperti lembaga pemerintah dan masyarakat.

Mengakhiri tulisan ini, penulis ingin memberikan saran kepada sesama calon insan PR atau mereka yang ingin menggeluti dunia PR sebagai akademisi atau praktisi (profesi)
  • Pertama, mulailah tanamkan kemauan keras untuk menjalani bidang PR ini. 
  • Kedua, mari kita nikmati dunia PR yang kita masuki.
  • Ketiga, totallah dalam diri kita masing-masing ketika memasuki dunia ini, jangan setengah setengah. 
  • Keempat, fanatiklah terhadap ilmu dan profesi anda, sehingga dapat bereaksi lebih banyak dalam ilmu atau profesi. 
  • Kelima, tingkatkanlah terus pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan anda dengan membaca buku, ikut seminar, berdiskusi dan menulis, sehingga kita semua bisa menjadi orang yang berwawasan luas.
I,You,We just “Proud to be in PR”.